Rabu, 04 Juli 2012

KETULUSAN dan KESUNGGUHAN

         Di kisahkan ada dua orang pemuda yang sedang mencari pekerjaan di kota. Karena, sulitnya mencari pekerjaan yang layak, memaksa mereka bekerja di sebuah proyek pembangunan untuk perumahan elite.
Namun, walaupun mereka bekerja di tempat yang sama, tugas yang mereka dapatkan berbeda.
Pemuda pertama dengan tubuh besarnya di suruh oleh mandor untuk mengerjakan pekerjaan yang terlihat mudah yaitu membuat beberapa pintu dan jendela yang terbuat dari kayu. Dan, pemuda kedua yang terlihat lebih kecil dari pemuda pertama justru di suruh oleh mandor mengerjakan pekerjaan yang terlihat sulit yaitu menyusun batu bata dan mengaduk semen.

       Mendengar apa yang di katakan pak mandor pemuda pertamapun merasa bahagia karena ia merasa pekerjaan yang di berikan terlalu mudah mengingat badannya yang besar sehingga menurutnya tidak perlu sungguh- sungguh dalam bekerja, sedangkan pemuda kedua merasa pekerjaan yang diberikan pak mandor sebagai tantangan yang harus di selesaikan dan perlu kesungguhan untuk menyelesaikannya. Dan, setelah pembagian tugas selesai di berikan pak mandor menganta pemuda pertama menuju tempat bekerjanya dan betapa kagetnya pemuda ini ketika dia melihat pintu dan jendela yang harus di selesaikan berbentuk ukiran yang mempunyai tingkat kerumitan cukup tinggi karena desain rumah yang akan di buat bergaya tradisional. Pak mandor kemudian memanggil salah satu pekerjanya, dan berkata “Pak tolong ajarkan pemuda ini mengukir dengan baik ya.”
“Baik pak,” kata pekerja tersebut sambil membawa pemuda pertama tadi menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir. Dan, karena sikapnya yang tidak sungguh-sungguh saat mengerjakan pekerjaan yang di anggapnya mudah membuatnya berulang kali melakukan kesalahan meski telah diajari berulang kali. Hal yang berbeda justru terlihat dari pemuda kedua, tampak dari jauh dia melakukan pekerjaan tanpa melakukan kesalahan meski hanya sekali di ajarkan. Karena, pemuda kedua terlihat mudah untuk memasang batu bata, terbesit niatan dari pemuda pertama untuk bertukar tempat. Agar kesalahan yang dia lakukan saat mengukir tidak ketahuan oleh mandornya. Dan, dia pun menghampiri pemuda kedua tadi, “hai kawan, kau terlihat lelah, jadi ijinkan aku untuk menggantikanmu menyusun batu bata ini dan kamu silahkan istirahat di sana sambil menggantikanku untuk mengukir kayu,” kata pemuda pertama. Pemuda kedua pun menyetujuinya, dan pergilah pemuda kedua menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir.
Dan, sore hari ketika pak mandor melihat hasil kerja beberapa pegaiwainya, dia melihat ada satu pintu yang terlihat bagus ukirannya, dan kemudian sambil memegang pintu tersebut dia pun bertanya kepada semua pegaiwanya, “Siapa yang mengukir pintu ini?”
“Pemuda ini pak,” kata salah satu pegawainya sambil menepuk pundak pemuda kedua. Kemudian pak mandor menghampirinya dan bertanya, “Nak bagaimana kau bisa melakukannya?”
“Sederhana pak caranya, kuncinya adalah bekerja dengan ketulusan dan kesungguhan, karena saat kita mendengarkan apa yang diajarkan dengan hati yang tulus maka kita akan mudah memahaminya, dan setelah kita memahami bagaimana caranya, kita tinggal bekerja dengan kesungguhan agar hasil yang di ciptakan menjadi karya yang luar biasa.”

Sahabatku yang bahagia, Sahabat
Lebih sering dari pada tidak ketika kita merasa bahwa pekerjaan yang kita dapatkan itu lebih mudah dari kemampuan yang kita miliki, kita lebih sering menyepelekannya dan tak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Padahal semudah apapun pekerjaan yang kita lakukan, akan terasa sulit jika kita mengerjakannya tidak dengan kesungguhan begitupun sebaliknya. Ingatlah, bahaya terbesar untuk kita semua bukan karena pekerjaan kita terlalu sulit sehingga kita kesulitan mengerjakannya, tetapi karena pekerjaan kita terlalu mudah sehingga kita tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Jadi, sudah selayaknya jika kita tidak ingin terjebak dalam bahaya terbesar dalam kehidupan yang disebut kegagalan, kita harus mengerjakan pekerjaan dengan ketulusan dan kesungguhan terlepas dari mudah atau susahnya pekerjaan yang akan kita kerjakan.
Semoga bermanfaat :)Resensi.net

Sabtu, 10 Maret 2012

Tangga-tangga Nada


Dalam music internasional dikenal 7 titinada pokok yaitu : CDEFGAB.
Susunan dari 7 nada tersebut yang diakhiri dengan titinada ke 8 merupakan oktaf dari titinada pertama disebut tangga nada. Susunannya memiliki jarak tertentu, dan bila dibunyikan pada orgel, kita mendengar bunyi : do-re-mi-fa-sol-la-si-do.
 1. TANGGA NADA MAYOR


Ciri-cirinya adalah:
·            Bersifat riang gembira
·            Bersemangat
·            Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
·            Mempunyai pola interval : 1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½

2. TANGGA NADA MINOR



Ciri-cirinya adalah:
·            Bersifat sedih
·            Kurang Bersemangat
·            Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
·            Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1

             1     1/2      1       1       1/2     1      1

 
Tangga Nada Berkruis

Tangga Nada
Nada
1
2
3
4
5
6
7
8









C (natural)

c
d
e
f
g
a
b
c
G (#1)

g
a
b
c
d
e
fis
g
D (#2)

d
e
fis
g
a
b
cis
d
A (#3)

a
b
cis
d
e
fis
gis
a
E (#4)

c
fis
gis
a
b
cis
dis
e
B (#5)

b
cis
dis
e
fis
gis
ais
b
Fis (#6)

fis
gis
ais
b
cis
dis
eis
fis
Cis (#7)

cis
dis
eis
fis
gis
ais
bis
cis




Tangga Nada Bermol
Tangga Nada
Nada
1
2
3
4
5
6
7
8


C (natural)

c
d
e
f
g
a
b
c
F

f
g
a
bes
c
d
e
f
Bes

bes
d
c
es
f
g
a
bes
Es

es
f
g
as
bes
c
d
es
As

as
bes
c
des
es
f
g
as
Des

des
es
f
ges
as
bes
c
des
Ges

ges
as
bes
ces
des
es
f
ges
Ces

ces
des
es
fes
ges
as
bes
ces